Monday, April 4, 2022

Distribusi probabilitas atas variabel diskrit

Menurut Berenson et al. (2020:232), “a probability distribution for a discrete variable is a mutually exclusive list of all the possible numerical outcomes along with the probability of occurrence of each outcome”. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa sebuah estimasi memiliki probabilitas tertentu untuk menjadi sebuah fakta di masa yang akan datang. Berikut disajikan sebuah contoh kasus penerapan distribusi probabilitas atas variabel diskrit. Data yang dipilih adalah entitas ADCP dan ASPI yang bersumber dari Yahoo Finance. Penentuan kedua entitas adalah pemilihan secara acak dengan tujuan pembelajaran dan tidak terdapat konflik kepentingan atas pemilihan kedua entitas ini.

Contoh aplikasi
Seorang investor ingin mengetahui perbandingan probabilitas terjadinya harga tertinggi dan harga terendah di periode yang akan datang berdasarkan data bulan Maret 2022. Untuk kepentingan informasi ini maka investor tersebut membandingkan 2 (dua) harga saham dari entitas yang berbeda dari sektor properties and real estate. Data harga saham pada bulan Maret 2022 untuk 2 (dua) entitas berbeda disajikan berikut.

Tabel 1. Harga saham

TanggalADCPASPI
3/1/202210067
3/2/20229363
3/4/202210660
3/7/20229959
3/8/20229559
3/9/20229961
3/10/20229963
3/11/20229862
3/14/20229761
3/15/20229460
3/16/20229661
3/17/20229464
3/18/20229462
3/21/20229364
3/22/20229366
3/23/20229370
3/24/20229468
3/25/20229368
3/28/20229368
3/29/20229273
3/30/20229272


Langkah 1. Menentukan frekuensi data
Penentuan frekuensi data dapat menggunakan perangkat lunak statistik. Pada kasus ini, perangkat lunak yang digunakan adalah SPSS versi 20 dengan langkah-langkah berikut.

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Untuk mendapatkan hasil analisis dari SPSS maka akhiri perintah dengan menekan tombol “OK”. Hasil analisis dengan SPSS versi 20 menunjukkan frekuensi data sebagai berikut.

Tabel 2. Frekuensi data

ADCPASPI
Harga sahamFrekuensiHarga sahamFrekuensi
922592
936602
944613
951622
961632
971642
981661
993671
1001683
1061701
721
731
Jumlah2121


Langkah 2. Menentukan nilai tengah (median) data
Berdasarkan Tabel 2, maka ditentukan median dari harga saham atas kedua entitas tersebut. Penentuan median data pada menu SPSS dilakukan dengan langkah-langkah berikut (ulangi terlebih dahulu langkah pada Gambar 1 sampai Gambar 3).

Gambar 4

Gambar 5

Pada menu SPSS, setelah memberikan tanda Ö pada “median” kemudian menekan tombol “Continue” dan diakhiri dengan menekan tombol “OK”. Tabel 3 menunjukkan median data kedua entitas sehingga dapat ditentukan bahwa harga saham yang berada dibawah median disebut harga saham yang rendah dan harga saham yang berada diatas median disebut harga saham yang tinggi.

Tabel 3. Median data
Harga saham ADCPHarga saham ASPI
9259
9360
9461
9562
9663
9764
9866
9967
10068
10670
72
73
96.565


Langkah 3. Membagi harga saham yang tinggi dan rendah
Berdasarkan pemisahan data dengan menggunakan median dalam Langkah 2, maka Tabel 4 dan Tabel 5 menyajikan hasil pemisahan data harga saham tinggi dan rendah dari kedua entitas. 

Tabel 4. Harga tinggi dan rendah ADCP
ADCP
Harga rendahFrekuensiHarga tinggiFrekuensi
922971
936981
944993
9511001
9611061
14.007.00

Tabel 5. Harga tinggi dan rendah ASPI
ASPI
Harga rendahFrekuensiHarga tinggiFrekuensi
592661
602671
613683
622701
632721
642731
13.008.00


Langkah 4. Menentukan probabilitas
Penentuan probabilitas setiap harga saham dihitung berdasarkan frekuensi setiap data. Contoh, probabilitas harga rendah dari ADCP yang bernilai 92 dihitung berdasarkan pembagian nilai frekuensinya dengan total frekuensi atau 2:14 atau sebesar 0.14 (dibulatkan). Perlu diingat bahwa jumlah keseluruhan dari probabilitas adalah sama dengan 1 (satu). Hasil penghitungan atas probabilitas disajikan sebagai berikut.

Tabel 6. Probabilitas dari ADCP
FrekuensiProbabilitas
Harga rendah
9220.14
9360.43
9440.29
9510.07
9610.07
Jumlah14.001.00
Harga tinggi
9710.14
9810.14
9930.43
10010.14
10610.14
Jumlah7.001.00

Tabel 7. Probabilitas dari ASPI
FrekuensiProbabilitas
Harga rendah
5920.15
6020.15
6130.23
6220.15
6320.15
6420.15
Jumlah13.001.00
Harga tinggi
6610.13
6710.13
6830.38
7010.13
7210.13
7310.13
Jumlah8.001.00


Langkah 5. Menentukan nilai yang diharapkan
Langkah selanjutnya setelah nilai probabilitas diperoleh adalah menentukan nilai yang diharapkan atau expected value (EV). Nilai EV diperoleh berdasarkan hasil perkalian frekuensi data dengan nilai probabilitasnya. Contoh, EV dari harga rendah dari ADCP yang bernilai 92 adalah 2 x 0.14 atau sama dengan 0.29. Hasil penghitungan EV setiap data disajikan sebagai berikut.

Tabel 8. EV dari ADCP
FrekuensiProbabilitasEV
Harga rendah
9220.140.29
9360.432.57
9440.291.14
9510.070.07
9610.070.07
Jumlah14.001.004.14
Harga tinggi
9710.140.14
9810.140.14
9930.431.29
10010.140.14
10610.140.14
Jumlah7.001.001.86

Tabel 9. EV dari ASPI
FrekuensiProbabilitasEV
Harga rendah
5920.150.31
6020.150.31
6130.230.69
6220.150.31
6320.150.31
6420.150.31
Jumlah13.001.002.23
Harga tinggi
6610.130.13
6710.130.13
6830.381.13
7010.130.13
7210.130.13
7310.130.13
Jumlah8.001.001.75


Langkah 6. Menentukan nilai varians dan simpangan baku
Langkah akhir dalam menentukan probabilitas kedua entitas adalah menentukan nilai varians dan simpangan baku (lihat materi terkait varians dan simpangan baku). Pada tahap ini, kolom “Varians” perlu dihitung dengan menggunakan formula berikut.

[(Frekuensi - ∑EV)2]*Probabilitas


Contoh, komponen varians harga rendah sebesar 92 dari ADCP adalah [(2 - 4.14)2] x 0.14 atau sama dengan 0.66. Hasil penghitungan atas varians dan simpangan baku disajikan berikut.

Tabel 10. Varians dan simpangan baku ADCP
FrekuensiProbabilitasEVVarians
Harga rendah
9220.140.290.66
9360.432.571.48
9440.291.140.01
9510.070.070.71
9610.070.070.71
14.001.004.14
Varians3.55
Simpangan baku1.88
Harga tinggi
9710.140.140.10
9810.140.140.10
9930.431.290.56
10010.140.140.10
10610.140.140.10
7.001.001.86
Varians0.98
Simpangan baku0.99

Tabel 11. Varians dan simpangan baku ASPI
FrekuensiProbabilitasEVVarians
Harga rendah
5920.150.310.01
6020.150.310.01
6130.230.690.14
6220.150.310.01
6320.150.310.01
6420.150.310.01
13.001.002.23
Varians0.18
Simpangan baku0.42
Harga tinggi
6610.130.130.07
6710.130.130.07
6830.381.130.59
7010.130.130.07
7210.130.130.07
7310.130.130.07
8.001.001.75
Varians0.94
Simpangan baku0.97


Langkah 7. Membuat interpretasi
Berdasarkan nilai simpangan baku atas variabel diskrit maka dapat ditentukan interpretasi atas setiap harga saham. Contoh, “probable times of price for a month” dari ADCP untuk harga rendah maupun harga tinggi diambil dari nilai EV atau masing-masing sebesar 4.14 dan 1.86. Selanjutnya, penentuan nilai maksimum maupun minimum dari ADCP dapat dihitung dengan menjumlahkah EV dan nilai simpangan baku. Contoh penghitungan nilai maksimum dan minimum untuk harga rendah adalah 4.14 ± 1.88. Tabel 12 menunjukkan bahwa peluang ADCP untuk memperoleh harga rendah selama 1 (bulan) rata-rata sebanyak 4.14 kali atau paling banyak 6.03 kali atau sekurang-kurangnya 2.26 kali. Pada harga yang tinggi, peluang rata-rata untuk ADCP selama 1 (bulan) adalah sebanyak 1.86 kali atau paling banyak 2.85 kali atau sekurang-kurangnya 0.87 kali.

Tabel 12. Interpretasi dari ADCP
InterpretasiHarga rendahHarga tinggi
Probable times of price for a month4.141.86
Max probable times of price for a month6.032.85
Min probable times of price for a month2.260.87

Pada kasus ASPI, Tabel 13 menunjukkan peluang ASPI untuk memperoleh harga rendah selama 1 (bulan) rata-rata sebanyak 2.23 kali atau paling banyak 2.65 kali atau sekurang-kurangnya 1.81 kali. Pada harga yang tinggi, peluang rata-rata untuk ASPI selama 1 (bulan) adalah sebanyak 1.75 kali atau paling banyak 2.72 kali atau sekurang-kurangnya 0.78 kali.

Tabel 13. Interpretasi dari ASPI
InterpretasiHarga rendahHarga tinggi
Probable times of price for a month2.231.75
Max probable times of price for a month2.652.72
Min probable times of price for a month1.810.78

Pada kasus ini, jika seorang investor tidak menginginkan adanya nilai yang rendah atas investasinya maka saham yang cenderung akan dipilih adalah ASPI, akan tetapi jika investor tersebut ingin mengambil peluang untuk memperoleh nilai yang optimum atas investasinya maka saham ADCP cenderung akan dipilih.






Referensi:
Berenson, M. L., Levine, D. M., Szabat, K. A., & Stephan, D. F. (2020). Basic Business Statistics: Concepts and Applications, 14th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

No comments:

Post a Comment

Analisis varians

Penjelasan analisis varians atau analysis of variance (ANOVA) secara ringkas dapat mengguna...