Pembentukan persekutuan oleh para sekutu umumnya diawali dengan penyetoran modal usaha dari masing-masing sekutu. Modal yang disetor oleh para sekutu dapat berbentuk:
- Uang tunai (termasuk uang tunai yang berada dalam rekening bank); dan atau
- Aset non tunai (misalnya, aset tetap).
Secara konsep, metode bonus maupun metode goodwill diawali dengan asumsi bahwa para sekutu memiliki perjanjian untuk membagi laba maupun rugi secara merata. Berikut disajikan contoh kasus atas pembentukan awal persekutuan.
Contoh 1 (diadopsi dari Beams et al., 2018:531)
Col dan Cro sepakat membentuk sebuah persekutuan dengan perincian investasi sebagai berikut.
Pencatatan atas setoran modal awal para sekutu adalah sebagai berikut.
Alokasi modal awal para sekutu jika menggunakan metode bonus dengan asumsi bahwa para sekutu sepakat membagi laba atau rugi secara merata dihitung sebagai berikut.
Berdasarkan hasil perhitungan, maka Col dan Cro akan memiliki jumlah modal masing-masing sebesar $46,000. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa setoran modal awal secara riil dari kedua sekutu tidak memiliki jumlah yang sama sehingga perlu dilakukan penghitungan sebagai berikut.
Pencatatan bonus dari Col kepada Cro adalah sebagai berikut.
Sebaliknya, jika alokasi modal awal para sekutu menggunakan metode goodwill dengan asumsi bahwa para sekutu sepakat membagi laba atau rugi secara merata, maka penghitungan modal awal para sekutu dihitung sebagai berikut.
Berdasarkan metode goodwill, maka pencatatan modal dari Cro adalah sebagai berikut.
Contoh 2 (diadopsi dari E16-1 dalam Beams et al., 2018:549)
Michelle dan Devina sepakat untuk membentuk sebuah persekutuan dengan membagi kepemilikan sama rata. Rincian modal para sekutu disajikan sebagai berikut.
Konsep dasar adalah penentuan modal sekutu adalah berdasarkan nilai wajar aset yang teridentifikasi. Penentuan modal awal sekutu berbasis metode bonus dihitung sebagai berikut.
Berdasarkan hasil perhitungan, maka modal masing-masing sekutu disajikan sebagai berikut.
Pencatatan bonus dari Devina kepada Michelle adalah sebagai berikut.
Sebaliknya, jika penentuan modal tiap sekutu menggunakan metode goodwill maka penghitungan modal disajikan sebagai berikut.
Berdasarkan metode goodwill, maka pencatatan modal dari Michelle adalah sebagai berikut.
Referensi
Beams, F. A., Anthony, J. H., Bettinghaus, B., & Smith, K. A. (2018). Advanced Accounting, 13th Edition - Global Edition. Harlow: Pearson Education Limited.
No comments:
Post a Comment