Sunday, April 17, 2022

Persekutuan: Pembentukan awal

Pembentukan persekutuan oleh para sekutu umumnya diawali dengan penyetoran modal usaha dari masing-masing sekutu. Modal yang disetor oleh para sekutu dapat berbentuk:
  1. Uang tunai (termasuk uang tunai yang berada dalam rekening bank); dan atau 
  2. Aset non tunai (misalnya, aset tetap).
Secara teknis, aset non tunai sebaiknya memiliki nilai wajar (fair value). Pentingnya penilaian aset non tunai berdasarkan nilai wajar disebabkan pembentukan modal awal para sekutu akan menentukan rasio alokasi laba maupun rugi bagi para sekutu itu sendiri. Pembentukan modal awal para sekutu berdasarkan penggunaan nilai wajar atas aset non tunai selanjutnya akan ditentukan oleh 2 (dua) metode, yaitu metode bonus atau metode goodwill. Konsep dasar kedua metode dapat dilihat pada video berikut.


Secara konsep, metode bonus maupun metode goodwill diawali dengan asumsi bahwa para sekutu memiliki perjanjian untuk membagi laba maupun rugi secara merata. Berikut disajikan contoh kasus atas pembentukan awal persekutuan. 

Contoh 1 (diadopsi dari Beams et al., 2018:531)
Col dan Cro sepakat membentuk sebuah persekutuan dengan perincian investasi sebagai berikut.

Col (nilai wajar)Cro (nilai wajar)
Kas-$7,000
Tanah (harga perolehan Col, $5,000)$10,000-
Bangunan (harga perolehan Col, $30,000)40,000-
Persediaan (harga perolehan Cro, $28,000)-35,000
Total$50,000$42,000

Pencatatan atas setoran modal awal para sekutu adalah sebagai berikut.

Tanah10,000
Bangunan40,000
Modal, Col50,000
Kas7,000
Persediaan35,000
Modal, Cro42,000

Alokasi modal awal para sekutu jika menggunakan metode bonus dengan asumsi bahwa para sekutu sepakat membagi laba atau rugi secara merata dihitung sebagai berikut.

Setoran modal Col50,000
Setoran modal Cro42,000
Total92,000
Pembagian modal (50%:50%)46,000

Berdasarkan hasil perhitungan, maka Col dan Cro akan memiliki jumlah modal masing-masing sebesar $46,000. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa setoran modal awal secara riil dari kedua sekutu tidak memiliki jumlah yang sama sehingga perlu dilakukan penghitungan sebagai berikut.

Modal awalBonusModal akhirKepemilikan
Modal Col50,000-4,00046,00050%
Modal Cro42,0004,00046,00050%
Total92,00092,000100%

Pencatatan bonus dari Col kepada Cro adalah sebagai berikut.

Modal, Col4,000
Modal, Cro4,000

Sebaliknya, jika alokasi modal awal para sekutu menggunakan metode goodwill dengan asumsi bahwa para sekutu sepakat membagi laba atau rugi secara merata, maka penghitungan modal awal para sekutu dihitung sebagai berikut.

Modal awal
(nilai buku)
Goodwill*Modal awal
(revaluasi)
Kepemilikan
Modal Col50,000-50,00050%
Modal Cro42,0008,00050,00050%
Total92,000100,000100%
*Total modal (tolak ukur dari modal Col) adalah $50,000 : 50% atau sebesar $100,000 sehingga masing-masing sekutu memiliki modal $50,000.

Berdasarkan metode goodwill, maka pencatatan modal dari Cro adalah sebagai berikut.

Goodwill8,000
Modal, Cro8,000


Contoh 2 (diadopsi dari E16-1 dalam Beams et al., 2018:549)
Michelle dan Devina sepakat untuk membentuk sebuah persekutuan dengan membagi kepemilikan sama rata. Rincian modal para sekutu disajikan sebagai berikut.

MichelleDevina
Nilai perolehanNilai wajarNilai perolehanNilai wajar
Kas$450,000$450,000$300,000$300,000
Tanah--6,000,00010,000,000
Truk7,000,0006,500,000--
Komputer--1,500,0001,300,000
Persediaan--200,000200,000
Total$7,450,000$6,950,000$8,000,000$11,800,000

Konsep dasar adalah penentuan modal sekutu adalah berdasarkan nilai wajar aset yang teridentifikasi. Penentuan modal awal sekutu berbasis metode bonus dihitung sebagai berikut.

Setoran modal Michelle$6,950,000
Setoran modal Devina11,800,000
Total18,750,000
Pembagian modal (50%:50%)9,375,000

Berdasarkan hasil perhitungan, maka modal masing-masing sekutu disajikan sebagai berikut.

Modal awalBonusModal akhirKepemilikan
Modal Michelle6,950,0002,425,0009,375,00050%
Modal Devina11,800,000-2,425,0009,375,00050%
Total18,750,00018,750,000100%

Pencatatan bonus dari Devina kepada Michelle adalah sebagai berikut.

Modal, Devina2,425,000
Modal, Michelle2,425,000

Sebaliknya, jika penentuan modal tiap sekutu menggunakan metode goodwill maka penghitungan modal disajikan sebagai berikut.

Modal awal
(nilai buku)
Goodwill*Modal awal
(revaluasi)
Kepemilikan
Modal Michelle6,950,0004,850,00011,800,00050%
Modal Devina11,800,000-11,800,00050%
Total18,750,0004,850,00023,600,000100%
*Total modal (tolak ukur dari modal Devina) adalah $11,800,000 : 50% atau sebesar $23,600,000 sehingga masing-masing sekutu memiliki modal $11,800,000.

Berdasarkan metode goodwill, maka pencatatan modal dari Michelle adalah sebagai berikut.

Goodwill4,850,000
Modal, Michelle4,850,000





Referensi
Beams, F. A., Anthony, J. H., Bettinghaus, B., & Smith, K. A. (2018). Advanced Accounting, 13th Edition - Global Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

No comments:

Post a Comment

Analisis varians

Penjelasan analisis varians atau analysis of variance (ANOVA) secara ringkas dapat mengguna...