Proses bisnis pengeluaran kas mengendalikan pengeluaran kas aktual. Biasanya cek digunakan pada sebagian besar pengeluaran, dimana pengeluaran dibatasi pada jumlah kecil yang diambil dari dan dipertanggungjawabkan sebagai dana imprest kas kecil. Konsep dana imprest tidak dibatasi untuk pengendalian kas kecil. Dana imprest penggajian, pembebanan imprest, dan dana biaya adalah biasa pada perancang sistem. Dana imprest adalah dana yang dikelola pada jumlah yang telah ditentukan. Setiap waktu jumlah kas yang dimiliki ditambah dokumen untuk pengeluaran-pengeluaran harus dengan jumlah yang telah ditentukan. Secara periodik, dana imprest diisi kembali dimana pengeluaran-pengeluaran yang telah di dokumentasikan (vocher kas kecil) diperiksa dan disetujui dan cek dikeluarkan untuk dana sejumlah tertntu agar jumlah dana sama dengan jumlah yang telah ditentukan. Pemeriksaan terpisah imprest juga digunakan untuk mengelola gaji dan kategori biaya lainnya, seperti pembayaran dividen. Ciri utama pengendalian proses bisnis pengeluaran kas adalah penggunaan sistem vocher untuk mendukung pengeluaran cek, pemisahan fungsi persetujuan dengan pengeluaran kas, dan rekonsiliasi bank secara independen.
Utang dagang. Departemen utang dagang mengakses dokumen
yang diperlukan untuk mendukung pengeluaran kas. Dokumen-dokumen itu adalah
order pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan, dan faktur pemasok.
Dokumen-dokumen ini diperiksa, dinyatakan lengkap, dan diproses untuk pembayaran pada tanggal jatuh tempo
faktur. Utang dagang merupakan
awal proses pembayaran, meliputi menghitung jumlah yang jatuh tempo, diskon
(jika ada), dan item lainnya. Cek voucher disiapkan untuk setiap voucher. Cek voucher
diposting ke register voucher. Total posting ini disiapkan. Voucher diposting
ke buku besar utang dagang. Posting ini diringkas pada ayat jurnal. Pemrosesan voucher
mencangkup pemrosesan distribusi biaya. Voucher dibebankan pada unit
organisasional yang diidentifikasi dengan nomer rekening pada voucher. Cek voucher
dan voucher disetujui dan dilanjutkan ke departemen pengeluaran kas. Ayat jurnal
dilanjutkan ke buku besar.
Pengeluaran kas. Cek voucher dan voucher diterima dari
departemen utang dagang. Setelah cek voucher dan voucher diperiksa, cek ditanda
- tangani dan voucher dicap dan disimpan urut nomer. Voucher, termasuk dokumen
asli, jika memungkinkan, dicap untuk menghindari kemungkinan pembayaran
rangkap. Cek voucher diposting ke register cek. Kontrol total dari jumlah yang telah
diposting disiapkan dan direkonsiliasikan dengan voucher yang diterima dari utang
dagang. Cek voucher dilanjutkan langsung ke yang dibayar. Kontrol total
dilanjutkan ke buku besar.
Buku besar.
Ayat jurnal diterima dari utang
dagang dan kontrol total dari pengeluaran kas direkonsiliasi, dan total
diposting ke buku besar. Ayat jurnal dan kontrol total disimpan menurut
tanggal.
Audit internal. Cek yang telah dicap diterima dari bank bersama-sama dengan laporan bank. Rekonsiliasi bank independen adalah pengendalian
yang penting pada proses bisnis pengeluaran kas.
Sistem voucher. Sistem voucher pada dasarnya adalah teknik review.
Pengendalian sesungguhnya pada pengeluaran merupakan pemeriksaan terakhir
dokumen yang menunjukan seluruh transaksi sebelumnya sampai dengan otorisasi
pembayaran. Otorisasi dapat dilakukan dengan menandatangani formulir secara
fisik pada paket voucher, menyiapkan suatu dokumen untuk mengotorisasi entri
pada register voucher atau memasukan data ke dalam komputer. Proses pemeriksaan
akhir ini menunjukan bahwa prosedur telah diotorisasi selayaknya dan dilengkapi
sesuai dengan spesifikasi sistem. Sistem voucher terpusat pada voucher. Voucher
dapat terdiri dari berbagai bentuk, dari formulir sederhana atau amplop sampai
dengan kombinasi voucher-check. Suatu voucher menunjukkan nama, alamat
pemasok, deskripsi faktur, total atau jumlah bersih jatuh tempo, dan rekening
yang dibebankan (distribusi).
Posting utang dagang. Pertanyaan dasar pada perancangan sistem voucher
berkaitan dengan kapan faktur - faktur di posting ke utang voucher. Menyiapkan
voucher untuk faktur individual ketika beberapa faktur menunjuk pada pemasok
yang sama pada periode yang sama akan menghasilkan beberapa seri cek untuk
pemasok yang sama pada bulan yang sama. Cara ini tidak efisien, oleh karena itu
banyak perusahaan menggunakan sistem voucher terpasang (built-up voucher system). Built-up
voucher system sebenarnya adalah sistem utang dagang yang juga merupakan
akumulasi beberapa faktur dari pemasok yang sama dan membayarnya dengan cek
tunggal. Setelah beberapa faktur disetujui, faktur akan diurutkan dan
diakumulasikan menurut pemasok atau nomer voucher. Pembayaran akan dilakukan
pada akhir bulan atau tanggal jatuh tempo. Terdapat 3 (tiga) file penting dalam
sistem ini yaitu : file yang dilengkapi dengan faktur yang belum terbayar
sampai pada tanggal jatuh tempo, file yang dilengkapi dengan faktur yang
terbayar, biasanya dicantumkan nomor urut, file pemasok disertai dengan file
pelunasan dan file yang belum terbayar.
Referensi
Bodnar, G. H., & Hopwood, W.
S. (2013). Accounting Information Systems, 11th Edition. New Jersey:
Pearson Education, Inc.
No comments:
Post a Comment