Showing posts with label Akuntansi Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Keuangan. Show all posts

Thursday, May 12, 2022

Perubahan kepemilikan persekutuan

Disasosiasi atas sebuah persekutuan persekutuan dapat terjadi jika bertambahnya sekutu baru atau berkurangnya sekutu lama. Disasosiasi tidak selalu menyebabkan berhentinya operasi dan akuntansi persekutuan akan tetapi cenderung menyebabkan berubahnya struktur kepemilikan dari persekutuan. Terjadinya perubahan struktur kepemilikan pada sebuah persekutuan mengharuskan para sekutu yang ada untuk membuat perjanjian resmi yang baru menurut hukum yang berlaku. Terjadinya disasosiasi menimbulkan pertanyaan yang dapat dijelaskan dari 2 (dua) perspektif, yaitu:
  • Perubahan struktur kepemilikan mengharuskan seluruh aset persekutuan lama perlu dinilai ulang sebelum diserahkan kepada persekutuan baru.
  • Perubahan struktur kepemilikan hanya terjadi dari sekutu lama kepada sekutu baru sehingga tidak perlu dinilai ulang.
Contoh 1. Pembelian kepemilikan dari sekutu lama
Sebelum masuknya sekutu baru
Persekutuan A dan B memiliki perjanjian untuk membagi laba rugi secara merata. Perincian modal dan kepemilikan masing-masing sekutu disajikan berikut.

SekutuModalKepemilikan
A50,00050%
B50,00050%
Total100,000100%

Setelah masuknya sekutu baru
Sekutu C masuk sebagai sekutu baru dengan membeli 25% kepemilikan A dengan harga IDR 25,000. Perincian modal dan kepemilikan persekutuan yang baru disajikan berikut.

SekutuModal awalTransferModal akhirKepemilikan
A50,000-25,00025,00025%
B50,000-50,00050%
C-25,00025,00025%
Total100,000-100,000100%

Ayat jurnal atas perubahan modal persekutuan yang baru adalah sebagai berikut.

Modal A25,000
Modal C25,000
Mencatat masuknya C ke dalam persekutuan dengan membeli setengah kepemilikan A

Pada kasus ini, modal dan kepemilikan disamakan sebelum dan sesudah masuknya sekutu C dan bukti-bukti mengindikasikan bahwa aset bersih dari persekutuan lama dinilai secara benar. Pembayaran sekutu C sebesar IDR 25,000 untuk 25% kepemilikan mengimplikasikan nilai total persekutuan sebesar IDR 100,000 (IDR 25,000/0.25) dan oleh sebab itu penilaian ulang tidak diperlukan.

Contoh 2. Pembelian kepemilikan dari sekutu lama
Sebelum masuknya sekutu baru
Persekutuan A dan B memiliki perjanjian untuk membagi laba rugi secara merata. Perincian modal dan kepemilikan masing-masing sekutu disajikan berikut.

SekutuModalKepemilikan
A50,00050%
B40,00050%
Total90,000100%

Perhatikan bahwa modal sekutu A dan sekutu B adalah independen dengan kepemilikan masing-masing sekutu (tidak proporsional). Hal ini disebabkan bahwa sekutu A dan sekutu B sepakat bahwa kepemilikan tidak ditentukan dari jumlah modal.
 
Setelah masuknya sekutu baru
Sekutu C masuk sebagai sekutu baru dengan membeli 25% kepemilikan A dengan harga IDR 25,000. Para sekutu setuju bahwa aset bersih tidak perlu dinilai ulang Perincian modal dan kepemilikan persekutuan yang baru disajikan berikut.

SekutuModal awalTransferModal akhirKepemilikan
A50,000-25,00025,00025%
B40,000-40,00050%
C-25,00025,00025%
Total90,000-90,000100%

Ayat jurnal atas perubahan modal persekutuan yang baru adalah sebagai berikut.

Modal A25,000
Modal C25,000
Mencatat masuknya C ke dalam persekutuan dengan membeli setengah kepemilikan A

Perhatikan bahwa penilaian atas aset bersih persekutuan tidak dinilai secara benar walaupun secara perjanjian adalah benar. Hal ini disebabkan karena persekutuan hanya menitikberatkan pada perubahan kepemilikan dan bukan pada proporsi modal dari persekutuan.
 
Contoh 1 dan 2 memiliki keterbatasan dalam kondisi tertentu sehingga membutuhkan solusi dalam menyelesaikan penghitungan kepemilikan berdasarkan jumlah modal yang disetor. Solusi penyelesaian perubahan kepemilikan sebuah persekutuan akan mengacu pada 2 (dua) metode utama yaitu metode goodwill (penilaian ulang) dan metode bonus (tanpa penilaian ulang). Perhatikan konsep dasar dari metode goodwill dan metode bonus pada video berikut.




Referensi
Beams, F. A., Anthony, J. H., Bettinghaus, B., & Smith, K. A. (2018). Advanced Accounting, 13th Edition - Global Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Tuesday, May 3, 2022

Perjanjian pembagian laba dan rugi

Secara umum, laba atau rugi sebuah persekutuan dapat dibagi secara merata di antara para sekutu jika persekutuan tidak memiliki perjanjian khusus atas pembagian laba atau rugi. Pembagian laba persekutuan berdasarkan rasio tertentu akan lebih mudah diterapkan kecuali jika dalam perjanjian menyatakan bahwa perlakuan yang sama akan diterapkan untuk pembagian rugi atau terdapat perjanjian lainnya dalam persekutuan. Walaupun perjanjian pembagian laba dan rugi secara merata atau berdasarkan rasio tertentu sudah umum akan tetapi pendekatan lain juga dapat diterapkan dalam praktik. Pembagian laba atau rugi secara merata umumnya membutuhkan pertimbangan faktor waktu yang diberikan sekutu dalam mengelola usaha atau jumlah investasi dari masing-masing sekutu. Jika sekutu (aktif) ditugaskan untuk mengelola persekutuan maka penyisihan gaji untuk sekutu tersebut harus dilakukan sebelum laba dibagikan untuk seluruh sekutu. Selain itu, pertimbangan atas biaya bunga modal sekutu perlu dicadangkan jika modal sebagai investasi dalam persekutuan memiliki jumlah yang besar. Perlakuan atas penyisihan biaya bunga modal sekutu tidak memiliki pengaruh pada pengukuran laba persekutuan.


Pertimbangan jasa dalam perjanjian pembagian laba dan rugi. Sesuai penjelasan diatas, penyisihan gaji diberikan bagi sekutu yang secara aktif mengelola usaha persekutuan. Penyisihan gaji tidak hanya bersifat kompensasi tapi digunakan untuk memberikan nilai wajar atas talenta masing-masing sekutu yang mengelola persekutuan. Pada kondisi ini kompensasi pada sekutu aktif dapat berupa penyisihan gaji dan pemberian bonus.
 
Modal sebagai faktor dalam perjanjian pembagian laba. Modal merupakan faktor utama dalam menciptakan pendapatan sehingga sangat diperhitungkan sebagai dasar perjanjian dalam pembagian laba atau rugi bagi para sekutu. Jika modal merupakan dasar pembagian laba atau rugi persekutuan maka perjanjian antar sekutu perlu menyebutkan secara spesifik bagaimana konsep modal atas pembagian laba atau rugi. Misalnya, konsep modal sebagai dasar pembagian laba atau rugi modal dapat merujuk pada istilah saldo modal awal, saldo modal akhir, atau saldo modal rata-rata. Selain itu, konsep modal akhir atau rata-rata perlu dijabarkan lebih lanjut apakah ditentukan sebelum atau sesudah perkiraan prive ditutup ke perkiraan modal sekutu.
 
Berikut disajikan ilustrasi atas pembagian laba dan rugi antara para sekutu.



Saturday, April 23, 2022

Tambahan investasi dan penarikan

Tambahan investasi
Pada perjanjian pembentukan persekutuan, selain mencantumkan metode pembentukan modal untuk menentukan rasio pembagian laba atau rugi maka para sekutu sebaiknya juga menetapkan pedoman jika terdapat transaksi penambahan investasi atau penarikan modal setelah beroperasinya kegiatan persekutuan. Penambahan investasi (modal) berpeluang menyebabkan berubahnya struktur kepemilikan atau juga mungkin tidak menyebabkan terjadinya perubahan struktur kepemilikan jika memperhatikan perjanjian para sekutu di awal pembentukan persekutuan. Pencatatan atas transaksi tambahan investasi perlu memperhatikan mekanisme penilaian seperti yang digunakan saat penilaian atas setoran investasi awal. Perhatikan penjelasan dan ilustrasi pada video berikut.


Penarikan
Pada kondisi tertentu, para sekutu umumnya membuat perjanjian untuk tidak menerima gaji seperti layaknya karyawan biasa. Akan tetapi, para sekutu menggunakan strategi untuk mengambil uang tunai secara teratur (misalnya mingguan atau bulanan) dari persekutuan dalam rangka mempertahankan bagian laba dari kepemilikannya dimana secara akuntansi pengambilan ini pada akun prive dan kemudian menutup akun tersebut ke akun modal di akhir periode. Contoh, AA mengambil secara teratur uang tunai sebesar Rp. 100 pada setiap akhir bulan selama tahun 2022 untuk kepentingan pribadi. Ayat jurnal untuk mencatat pengambilan setiap bulan dari sekutu disajikan berikut.

Jan-DesPrive100
Kas100

Ayat jurnal untuk mencatat penutupan akun prive setiap bulan ke akun modal sekutu di akhir periode disajikan berikut.

31 DesModal1,200
Prive1,200

Pada kasus penarikan modal, pengambilan dengan jumlah yang besar dan tidak normal akan dicatat untuk mengurangi modal sekutu secara langsung. Contoh, AA mengambil uang tunai sebesar Rp. 1,200 pada akhir bulan Agustus 2022 untuk kepentingan pribadi. Ayat jurnal untuk mencatat pengambilan tidak normal dari sekutu disajikan berikut.

Modal1,200
Kas1,200

Perlu diperhatikan bahwa ayat jurnal diatas secara langsung mengurangi modal dari sekutu. Apabila para sekutu tetap menyetujui rasio kepemilikan seperti yang tercantum pada pembentukan awal persekutuan maka secara teknis, pencatatan akuntansi akan menyesuaikan kembali modal para sekutu menurut rasio dan metode yang telah disepakati. Akan tetapi, apabila para sekutu tidak lagi mengacu pada rasio kepemilikan seperti di awal pembentukan persekutuan, maka pencatatan akuntansi sebaiknya menyesuaikan rasio kepemilikan sesuai dengan modal tersisa dari para sekutu menurut metode penentuan modal yang disepakati. Perubahan atas rasio kepemilikan dari para sekutu mengakibatkan berubahnya perjanjian persekutuan dari perspektif hukum. 

Contoh 1. Rasio kepemilikan tetap: prive rutin sekutu mengurangi modal dan dilakukan pembagian ulang (bonus/goodwill) atas modal
Tn. A dan Tn. B mendirikan persekutuan AB pada tanggal 1 Januari 2022. Persekutuan AB memiliki perjanjian untuk membagi laba dan rugi secara merata (50% : 50%). Jumlah modal persekutuan AB adalah sebesar Rp. 1,000 dimana modal dari Tn. A dan Tn. B masing-masing sebesar Rp. 500. Sepanjang tahun 2022, persekutuan AB tidak menghasilkan laba atau rugi dan akumulasi prive pada akhir tahun 2022 menunjukkan bahwa Tn. A telah melakukan penarikan sebesar Rp. 100 dan Tn. B telah melakukan penarikan sebesar Rp. 200. Persekutuan AB tetap mempertahankan rasio pembagian laba dan rugi secara merata dan masing-masing modal dihitung ulang. Penyelesaian kasus ini dapat menggunakan metode bonus atau metode goodwill.

Metode bonus
Modal awalLaba/rugiPriveBonusModal akhirKepemilikan
Tn. A500--100-5035050%
Tn. B500--2005035050%
Total1,000-300-700100%


Metode goodwill
Modal awalLaba/rugiPriveGoodwillModal akhirKepemilikan
Tn. A500--100-40050%
Tn. B500--20010040050%
Total1,000-300100800100%

Contoh 2. Rasio kepemilikan tetap: prive sama dengan bagian laba
Tn. A dan Tn. B mendirikan persekutuan AB pada tanggal 1 Januari 2022. Persekutuan AB memiliki perjanjian untuk membagi laba dan rugi secara merata (50% : 50%). Jumlah modal persekutuan AB adalah sebesar Rp. 1,000 dimana modal dari Tn. A dan Tn. B masing-masing sebesar Rp. 500. Sepanjang tahun 2022, persekutuan AB menghasilkan laba sebesar Rp. 400 dan akumulasi prive pada akhir tahun 2022 menunjukkan bahwa baik Tn. A maupun Tn. B telah melakukan penarikan sebesar bagian dari labanya.

Modal awalLabaPriveModal akhirKepemilikan
Tn. A500200-20050050%
Tn. B500200-20050050%
Total1,000400-4001,000100%

Contoh 3. Rasio kepemilikan berubah: prive melebihi bagian laba sehingga perjanjian persekutuan berubah secara hukum
Tn. A dan Tn. B mendirikan persekutuan AB pada tanggal 1 Januari 2022. Persekutuan AB memiliki perjanjian untuk membagi laba dan rugi secara merata (50% : 50%). Jumlah modal persekutuan AB adalah sebesar Rp. 1,000 dimana modal dari Tn. A dan Tn. B masing-masing sebesar Rp. 500. Sepanjang tahun 2022, persekutuan AB menghasilkan laba sebesar Rp. 400 dan akumulasi prive pada akhir tahun 2022 menunjukkan bahwa penarikan Tn. A adalah sebesar Rp. 300. Perjanjian persekutuan sepakat bahwa rasio kepemilikan akan didasarkan pada jumlah modal sekutu di akhir tahun setelah penyesuaian laba atau rugi. 

Modal awalLabaPriveModal akhirKepemilikan*
Tn. A500200-30040044.44%
Tn. B500200-20050055.56%
Total1,000400-500900100%
*dibulatkan






Referensi

Beams, F. A., Anthony, J. H., Bettinghaus, B., & Smith, K. A. (2018). Advanced Accounting, 13th Edition - Global Edition. Harlow: Pearson Education Limited

Fischer, P. M., Taylor, W. J., & Cheng, R. H. (2016). Advanced Accounting, 12th Edition. Boston: Cengage Learning.

Analisis varians

Penjelasan analisis varians atau analysis of variance (ANOVA) secara ringkas dapat mengguna...