Fave Accounting adalah media yang menyajikan pengetahuan di bidang ilmu akuntansi. Media ini dapat diakses secara bebas oleh seluruh kalangan umum yang menekuni dan berminat pada ilmu akuntansi. Sangat diharapkan media ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Berikut disajikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tingkat
pengembaliannya (market return), dan
volume perdagangan periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.
Sumber: Yahoo Finance
Tujuan analisis adalah untuk menentukan: 1.Tendensi pusat data (mean, median, dan mode) dari
IHSG 2.Rata-rata pertumbuhan (geometric mean) IHSG sejak 1
Januari 2021 3.Variasi IHSG (range, variance, standard deviation,
coefficient of variation, dan Z-Scores) 4.Pola IHSG (skewness dan kurtosis) 5.Quartile dari IHSG 6.Kovarian dan koefisien korelasi antara IHSG dengan
volume perdagangan
Tendensi pusat Penggunaan aplikasi SPSS untuk menentukan mean,
median, dan mode dari IHSG disajikan berikut.
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa IHSG periode 1 Januari 2021
sampai dengan 31 Desember 2021 memiliki informasi berikut.
SPSS tidak secara langsung memberikan hasil atas geometric mean sehingga
perlu dibuat 1 (satu) variabel konstan (constant)
yang bernilai 1 (satu). Perlu diingat bahwa, data yang akan digunakan bukan
berasal dari nilai IHSG akan tetapi tingkat pengembalian pasarnya (market return). Perhatikan
langkah-langkah dalam video berikut.
Hasil analisis SPSS menunjukkan nilai geometric mean sebesar 1.0004 sehingga
perlu dilakukan penghitungan lanjutan yaitu mengurangi nilai tersebut dengan
nilai 1 (satu) sehingga diperoleh hasil 0.0004 atau 0.04%.
Hasil ini menunjukkan bahwa market
return memiliki pertumbuhan sebesar 0.04% sejak 1 Januari 2021 hingga 31
Desember 2021.
Variasi dan pola Penggunaan SPSS dalam pengukuran variasi dan pola
disajikan dalam video berikut.
Hasil SPSS atas range, variance, dan standard
deviation menghasilkan tabel berikut.
Hasil SPSS atas coefficient of variation menghasilkan
tabel berikut.
Hasil SPSS atas Z-Scores menghasilkan variabel baru
yang disebut ZIHSG. Apabila
diperhatikan lebih jauh dalam variabel ZIHSG, maka tidak ditemukan data yang
bernilai Z kurang dari -3.0 atau lebih dari 3.0 sehingga mengindikasikan bahwa
data IHSG tidak memiliki nilai outliers.
Lebih lanjut, analisis dengan SPSS juga menyajikan nilai skewness dan kurtosis
sebagai berikut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa data IHSG memiliki skewness 0.504 sehingga dapat
disimpulkan bahwa data memiliki pola positive
skewed. Selain itu, nilai kurtosis yang ditemukan adalah sebesar -0.907
sehingga pola data adalah platykurtic.
Titik eksplorasi Penggunaan SPSS untuk menentukan titik eksplorasi
dalam bentuk quartile disajikan pada video berikut.
Hasil analisis atas IHSG periode 1 Januari 2021 hingga
31 Desember 2021 disajikan pada tabel berikut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa titik Q1 adalah IDR
6,047.11, titik Q2 adalah IDR 6,137.55, dan titik Q3 adalah IDR 6,428.31. Hal
ini mengindikasikan bahwa:
-25% data berada kurang dari atau sama dengan IDR
6,047.11, atau
-50% data berada kurang dari atau sama dengan IDR
6,137.55, atau
-75% data berada kurang dari atau sama dengan IDR
6,428.31.
Kovarian dan koefisien korelasi antara IHSG dengan volume perdagangan
Penggunaan SPSS untuk menentukan kovarian dan
koefisien korelasi disajikan pada video berikut.
Hasil analisis atas kovarian dan koefisien korelasi
antara IHSG dengan volume perdagangan pada periode 1 Januari 2021 hingga 31
Desember 2021 disajikan pada tabel berikut.
Nilai korelasi (r) menunjukkan nilai sebesar 0.338
yang mengindikasikan bahwa hubungan antara IHSG dengan volume perdagangan
adalah weak positive correlation.
Kovarian dan korelasi merupakan alat untuk mengukur hubungan dua variabel (X dan Y). Walaupun memiliki keterbatasan, kovarian merupakan dasar dalam menentukan koefisien korelasi sehingga kedua ukuran ini memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Koefisien korelasi berada pada rentang -1 (perfect negative correlation) sampai dengan 1 (perfect positive correlation). Kovarian (cov) dan korelasi (r) dihitung dengan menggunakan formula berikut. SX : simpangan baku XSY : simpangan baku YContoh (diadopsi dari Lind et al., 2022:380):
Berenson, M. L., Levine, D. M., Szabat, K. A., &
Stephan, D. F. (2020). Basic Business Statistics: Concepts and Applications, 14th
Edition. Harlow: Pearson Education Limited.
Lind, D. A., Marchal, W. G., & Wathen, S. A.
(2022). Basic Statistics for Business and Economics, 10th Edition.
New York: McGraw-Hill.