Menurut Berenson et al. (2020:324), penentuan besaran
sampel akan mempertimbangkan anggaran, waktu, dan nilai batasan kesalahan
pengambilan sampel. Terdapat 2 (dua) pendekatan yang dapat digunakan untuk
menentukan besarnya sampel, yaitu:
1.Berdasarkan nilai rata-rata
2.Berdasarkan proporsi
Penentuan besaran sampel berdasarkan nilai rata-rata
Menurut Berenson et
al. (2020:324), terdapat 3 (tiga) faktor penting dalam menggunakan pendekatan
ini, yaitu tingkat keyakinan (level of
confidence), tingkat kesalahan yang ditoleransi (acceptable sampling error), dan simpangan baku (standard deviation). Menurut Lind et al.
(2018:305) dan Berenson et al. (2020:324), formula untuk menentukan besaran
sampel dapat menggunakan formula berikut.
n adalah besaran sampel, Z adalah nilai kritis dari
tingkat keyakinan, σ adalah simpangan baku, dan e adalah tingkat kesalahan.
Contoh 1. (diadopsi dari Berenson et al., 2020:325)
Tentukan besarnya sampel pada tingkat keyakinan 95% dimana
rata-rata populasi (tingkat kesalahan) adalah ± 4 hari dan simpangan baku yang
diketahui sebelumnya adalah 25 hari.
((1.96)2 (25)2) / (4)2 =
150.06 sampel atau dibulatkan ke atas menjadi 151 sampel
Contoh 2. (diadopsi dari Lind et al., 2018:305)
Tentukan besarnya sampel pada tingkat keyakinan 95% dimana
tingkat kesalahan adalah $100 dan simpangan baku yang diketahui sebelumnya
adalah $1,000.
((1.96)2 (1,000)2) / (100)2
= 384.16 sampel atau dibulatkan ke atas menjadi 385 sampel pada tingkat
keyakinan 95%.
Contoh 3. (diadopsi dari Lind et al., 2018:305)
Contoh ini merupakan lanjutan dari Contoh 2, dimana
tingkat keyakinan yang digunakan adalah 99%.
((2.576)2 (1,000)2) / (100)2
= 663.58 sampel atau dibulatkan ke atas menjadi 664 sampel pada tingkat
keyakinan 99%.
Penentuan besaran sampel berdasarkan proporsi
Menurut Berenson et al. (2020:326), terdapat 3 (tiga)
faktor penting dalam menggunakan pendekatan ini, yaitu tingkat keyakinan (level of confidence), tingkat kesalahan
yang ditoleransi (acceptable sampling
error), dan proporsi populasi. Menurut Lind et al. (2018:306) dan Berenson
et al. (2020:326), formula untuk menentukan besaran sampel dapat menggunakan
formula berikut.
n adalah besaran sampel, Z adalah nilai kritis dari
tingkat keyakinan, π adalah proporsi populasi, dan e adalah tingkat
kesalahan.
Contoh 4. (diadopsi dari Berenson et al., 2020:327)
Tentukan besarnya sampel pada tingkat keyakinan 90% dengan
tingkat kesalahan 0.05. Jika tidak terdapat informasi atas proporsi populasi
maka nilai yang digunakan adalah 0.5.
((1.645)2 (0.5)(0.5)) / (0.05)2 =
270.60 sampel atau dibulatkan ke atas menjadi 271 sampel pada tingkat keyakinan
90%.
Penggunaan perangkat lunak statistik
Penentuan besaran
sampel dapat menggunakan bantuan perangkat lunak statistik, misalnya Minitab. Khusus
pada penentuan besaran sampel berdasarkan proporsi, Berenson et al. (2020:327)
menjelaskan bahwa terdapat perbedaan hasil antara Minitab dengan penghitungan
manual yang disebabkan karena Minitab menggunakan distribusi binomial. Berikut
disajikan video penentuan besaran sampel (dalam hal ini menggunakan Contoh 1,
2, 3, dan 4) dengan menggunakan aplikasi Minitab.Referensi
Berenson, M. L., Levine, D. M., Szabat, K. A., & Stephan, D. F. (2020). Basic Business Statistics: Concepts and Applications, 14th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.
Lind, D. A., Marchal, W. G., & Wathen, S. A. (2018). Statistical Techniques in Business and Economics, 17th Edition. New York: McGraw-Hill Education.


No comments:
Post a Comment