Kontributor:
Novi Swandari Budiarso, Winston Pontoh
Konsep bisnis
Menurut Ebert dan Griffin (2017:38-39), dan Warren et
al. (2018:5), konsep bisnis dapat dijelaskan sebagai aktivitas dari sebuah
organisasi dalam rangka menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
pengguna. Ebert dan Griffin (2017:38-39) menjelaskan bahwa aktivitas untuk
menyediakan barang dan jasa tidak menyebabkan konsep bisnis hanya dibatasi pada
organisasi yang berorientasi mengejar profit (profit organization) akan tetapi juga dapat merujuk pada organisasi
yang tidak berorientasi mengejar profit (non-profit
organization). Ebert dan Griffin (2017:39) mengimplikasikan bahwa baik
organisasi profit maupun organisasi non-profit memiliki prinsip yang sama dalam
menjalankan bisnis.
Dampak teknologi
pada perkembangan bisnis
Ebert dan Griffin (2017:38) menekankan bahwa perubahan
teknologi merupakan salah satu pemicu utama atas fluktuasi permintaan dan
penawaran di dalam sebuah pasar. Pendapat yang sama diutarakan oleh Collinson
et al. (2020:11-12) bahwa invensi (ide, sketsa, atau model) yang diwujudkan melalui
inovasi dan diaplikasikan menjadi sebuah teknologi baru merupakan titik tolak
berkembangnya sebuah bisnis menjadi lebih maju. Hal ini membuktikan pendapat Porter
(1985:164) yang mengimplikasikan bahwa teknologi memiliki peran aktif dan
penting dalam pengembangan sebuah bisnis sekaligus menentukan faktor keunggulan
bersaing (competitive advantage)
sebuah organisasi bisnis. Selain itu, kemajuan teknologi memberikan perubahan pada
proses dan sistem sebuah organisasi yang mengakibatkan berevolusinya bisnis
konvensional menjadi bisnis hibrid (Wood Jr., 2010). Pada sisi lainnya, perkembangan
teknologi menciptakan pasar baru melalui kehadiran produk baru yang disebut produk
hibrid (Ebert & Griffin, 2017:38).
Peran
informasi dalam bisnis
Perkembangan kompleksitas organisasi bisnis juga
meningkatkan kebutuhan data dan informasi dalam kepentingan pengambilan
keputusan. Bodnar dan Hopwood (2013:1) menyatakan bahwa organisasi memiliki ketergantungan
dengan informasi guna mempertahankan daya saingnya sehingga kedudukan informasi
sebagai sumber daya yang penting adalah setara dengan aset seperti pabrik dan
peralatan. Romney et al. (2021:30-31) menjelaskan bahwa pelibatan teknologi informasi
menjadi faktor krusial dalam menghasilkan informasi yang bernilai bagi para
pengambil keputusan dalam sebuah organisasi bisnis. Hal ini mengimplikasikan bahwa
informasi yang dihasilkan dari teknologi informasi mengandung nilai bermanfaat
bagi para pemangku kepentingan dalam melakukan pengambilan keputusan guna
mempertahankan keberlanjutan dan pengembangan bisnis.
Akuntansi
dan informasi
Salah satu informasi yang memiliki peranan penting
dalam pengambilan keputusan bisnis adalah informasi keuangan (Scott, 2015:21).
Secara spesifik, informasi keuangan berasal dari laporan keuangan yang merupakan
produk dari ilmu akuntansi. Secara konsep, akuntansi memiliki 3 (tiga) tahapan
proses, yaitu mengidentifikasi kejadian ekonomi yang relevan dengan bisnis yang
berlangsung, melakukan pencatatan secara sistematis menurut kronologis kejadian
ekonomi yang terjadi, dan mengomunikasikan informasi yang dihasilkan kepada para
pengguna (Weygandt et al., 2018:1-3). Hal ini menyebabkan akuntansi dapat
dipandang sebagai bahasa bisnis dari para penggunanya melalui sistem informasi
yang menghasilkan laporan atas aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah bisnis (Warren
et al., 2018:6). Laporan keuangan di Indonesia merupakan luaran praktik
akuntansi yang diselenggarakan berdasarkan pada prinsip akuntansi berlaku umum
melalui standar akuntansi yang berlaku. Selain itu, akuntan di Indonesia secara
ideal melakukan praktik akuntansi yang mengacu pada kode etik akuntan.
Sistem
informasi akuntansi dan kecerdasan buatan
Bodnar dan Hopwood (2013:15) menyatakan bahwa sistem
informasi akuntansi tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi dalam
menghasilkan informasi bagi penggunanya. Romney et al. (2021:31) menjelaskan
bahwa sistem informasi merupakan kombinasi manusia dan teknologi dalam sebuah organisasi.
Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa sistem informasi merupakan bentuk
sinergitas antara manusia dengan teknologi. Romney et al. (2021:36) menyatakan
bahwa sistem informasi akuntansi yang diintegrasikan dengan teknologi merupakan
sebuah bentuk kecerdasan yang membantu pengguna dalam menyediakan informasi
yang dibutuhkan. Berdasarkan penjelasan ini maka sistem informasi akuntansi
berbasis teknologi informasi merujuk pada konsep kecerdasan buatan. Menurut Russell
dan Norvig (2010:1), kecerdasan buatan (artificial
intelligence) merujuk pada rasionalitas untuk mengerjakan sesuatu dengan
benar. Akan tetapi, Russell dan Norvig (2010:1020) juga mengungkapkan bahwa
keterbatasan kecerdasan buatan masih menjadi perdebatan ilmiah seiring dengan keberhasilannya
dalam membantu banyak pekerjaan manusia. Pada sudut pandang profesi akuntan, penjelasan
ini mengimplikasikan bahwa kecerdasan buatan masih memiliki peluang keterbatasan
dalam melakukan justifikasi atas identifikasi transaksi akuntansi sehingga
peran kecerdasan manusia masih sangat dibutuhkan untuk bersinergi dengan
kecerdasan buatan.
Profesi akuntan,
akankah?
Akuntan adalah seorang manusia yang tidak terlepas
dari segala keterbatasan. Akan tetapi, manusia adalah sosok ciptaan Tuhan yang
paling mulia dengan talenta yang tidak akan pernah tergantikan oleh sebuah
kecerdasan buatan walaupun diselimuti oleh segala keterbatasannya. Talenta
merupakan esensi misteri yang memberikan kemampuan bagi seorang manusia untuk
menggunakan akal pikirannya melalui hikmat dalam menghasilkan data dan informasi,
mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan segala konsekuensi atas data
dan informasi, serta keputusan yang dihasilkan. Perkembangan organisasi bisnis
yang semakin kompleks pada umumnya masih sangat membutuhkan peran kecerdasan
manusia yang bersinergi dengan kecerdasan buatan. Profesionalisme seorang akuntan
masih sangat krusial guna merespon dan mengkaji semua kebijakan organisasi
bisnis serta konsekuensinya dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dari para
pemangku kepentingan (misalnya pemerintah, pemegang saham, pihak manajemen, dan
publik). Justifikasi profesional seorang akuntan sebagai seorang manusia sangat
menentukan dampak informasi keuangan yang dihasilkan dengan memanfaatkan
kecerdasan buatan. Akankah profesi akuntan menjadi usang oleh perkembangan teknologi?
Hasil akhir berada di tangan para akuntan itu sendiri.
Prospek
pendidikan akuntansi
Pengembangan pendidikan akuntansi memerlukan
kolaborasi berbagai pihak termasuk para akuntan dengan bidangnya masing-masing.
Perguruan tinggi negeri dan swasta perlu menyesuaikan kurikulumnya ke arah kompetensi
yang dibutuhkan saat ini oleh sektor publik (termasuk di dalamnya sektor
pemerintah) dan sektor komersil. Selain itu, pelatihan dan pendidikan
berkelanjutan dari berbagai asosiasi profesi perlu dikembangkan guna menjaga
dan mempertahankan profesionalisme dari para akuntan. Hal yang tidak kalah
pentingnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dari para akuntan
pendidik yang merupakan titik awal dalam menghasilkan para akuntan muda yang
memiliki daya saing dalam pasar tenaga kerja.
Referensi
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2013). Accounting
Information Systems, 11th Edition. New Jersey: Pearson Education,
Inc.
Collinson, S., Narula, R., & Rugman, A. M. (2020).
International Business, 8th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.
Ebert, R. J., & Griffin, R. W. (2017). Business Essentials,
11th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.
Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating
and Sustaining Superior Performance. New York: The Free Press.
Romney, M. B., Steinbart, P. J., Summers, S. L, &
Wood, D. A. (2021). Accounting Information Systems, 15th Edition. Harlow:
Pearson Education Limited.
Russell, S., & Norvig, P. (2010). Artificial
Intelligence: A Modern Approach, 3rd Edition. New Jersey: Pearson
Education Inc.
Scott, W. R. (2015). Financial Accounting Theory, 7th
Edition. Ontario: Pearson Canada Inc.
Warren, C. S., Reeve, J. M., & Duchac, J. E.
(2018). Accounting, 27th Edition. Boston: Cengage Learning.
Weygandt, J. J., Kimmel, P. D., & Kieso, D. E.
(2018). Accounting Principles, 13th Edition. New Jersey: John Wiley
& Sons, Inc.
Wood Jr., T. (2010). Hybrid Organizations. Revista de Administração de Empresas, 50(2),
241-247. https://doi.org/10.1590/S0034-75902010000200008

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
No comments:
Post a Comment