Friday, December 3, 2021

Masa depan profesi akuntan: Sebuah opini

Kontributor:

Novi Swandari Budiarso, Winston Pontoh


Konsep bisnis

Menurut Ebert dan Griffin (2017:38-39), dan Warren et al. (2018:5), konsep bisnis dapat dijelaskan sebagai aktivitas dari sebuah organisasi dalam rangka menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Ebert dan Griffin (2017:38-39) menjelaskan bahwa aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa tidak menyebabkan konsep bisnis hanya dibatasi pada organisasi yang berorientasi mengejar profit (profit organization) akan tetapi juga dapat merujuk pada organisasi yang tidak berorientasi mengejar profit (non-profit organization). Ebert dan Griffin (2017:39) mengimplikasikan bahwa baik organisasi profit maupun organisasi non-profit memiliki prinsip yang sama dalam menjalankan bisnis.

 

Dampak teknologi pada perkembangan bisnis

Ebert dan Griffin (2017:38) menekankan bahwa perubahan teknologi merupakan salah satu pemicu utama atas fluktuasi permintaan dan penawaran di dalam sebuah pasar. Pendapat yang sama diutarakan oleh Collinson et al. (2020:11-12) bahwa invensi (ide, sketsa, atau model) yang diwujudkan melalui inovasi dan diaplikasikan menjadi sebuah teknologi baru merupakan titik tolak berkembangnya sebuah bisnis menjadi lebih maju. Hal ini membuktikan pendapat Porter (1985:164) yang mengimplikasikan bahwa teknologi memiliki peran aktif dan penting dalam pengembangan sebuah bisnis sekaligus menentukan faktor keunggulan bersaing (competitive advantage) sebuah organisasi bisnis. Selain itu, kemajuan teknologi memberikan perubahan pada proses dan sistem sebuah organisasi yang mengakibatkan berevolusinya bisnis konvensional menjadi bisnis hibrid (Wood Jr., 2010). Pada sisi lainnya, perkembangan teknologi menciptakan pasar baru melalui kehadiran produk baru yang disebut produk hibrid (Ebert & Griffin, 2017:38).

 

Peran informasi dalam bisnis

Perkembangan kompleksitas organisasi bisnis juga meningkatkan kebutuhan data dan informasi dalam kepentingan pengambilan keputusan. Bodnar dan Hopwood (2013:1) menyatakan bahwa organisasi memiliki ketergantungan dengan informasi guna mempertahankan daya saingnya sehingga kedudukan informasi sebagai sumber daya yang penting adalah setara dengan aset seperti pabrik dan peralatan. Romney et al. (2021:30-31) menjelaskan bahwa pelibatan teknologi informasi menjadi faktor krusial dalam menghasilkan informasi yang bernilai bagi para pengambil keputusan dalam sebuah organisasi bisnis. Hal ini mengimplikasikan bahwa informasi yang dihasilkan dari teknologi informasi mengandung nilai bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dalam melakukan pengambilan keputusan guna mempertahankan keberlanjutan dan pengembangan bisnis.

 

Akuntansi dan informasi

Salah satu informasi yang memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan bisnis adalah informasi keuangan (Scott, 2015:21). Secara spesifik, informasi keuangan berasal dari laporan keuangan yang merupakan produk dari ilmu akuntansi. Secara konsep, akuntansi memiliki 3 (tiga) tahapan proses, yaitu mengidentifikasi kejadian ekonomi yang relevan dengan bisnis yang berlangsung, melakukan pencatatan secara sistematis menurut kronologis kejadian ekonomi yang terjadi, dan mengomunikasikan informasi yang dihasilkan kepada para pengguna (Weygandt et al., 2018:1-3). Hal ini menyebabkan akuntansi dapat dipandang sebagai bahasa bisnis dari para penggunanya melalui sistem informasi yang menghasilkan laporan atas aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah bisnis (Warren et al., 2018:6). Laporan keuangan di Indonesia merupakan luaran praktik akuntansi yang diselenggarakan berdasarkan pada prinsip akuntansi berlaku umum melalui standar akuntansi yang berlaku. Selain itu, akuntan di Indonesia secara ideal melakukan praktik akuntansi yang mengacu pada kode etik akuntan.

 

Sistem informasi akuntansi dan kecerdasan buatan

Bodnar dan Hopwood (2013:15) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi dalam menghasilkan informasi bagi penggunanya. Romney et al. (2021:31) menjelaskan bahwa sistem informasi merupakan kombinasi manusia dan teknologi dalam sebuah organisasi. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa sistem informasi merupakan bentuk sinergitas antara manusia dengan teknologi. Romney et al. (2021:36) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi yang diintegrasikan dengan teknologi merupakan sebuah bentuk kecerdasan yang membantu pengguna dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan penjelasan ini maka sistem informasi akuntansi berbasis teknologi informasi merujuk pada konsep kecerdasan buatan. Menurut Russell dan Norvig (2010:1), kecerdasan buatan (artificial intelligence) merujuk pada rasionalitas untuk mengerjakan sesuatu dengan benar. Akan tetapi, Russell dan Norvig (2010:1020) juga mengungkapkan bahwa keterbatasan kecerdasan buatan masih menjadi perdebatan ilmiah seiring dengan keberhasilannya dalam membantu banyak pekerjaan manusia. Pada sudut pandang profesi akuntan, penjelasan ini mengimplikasikan bahwa kecerdasan buatan masih memiliki peluang keterbatasan dalam melakukan justifikasi atas identifikasi transaksi akuntansi sehingga peran kecerdasan manusia masih sangat dibutuhkan untuk bersinergi dengan kecerdasan buatan.

 

Profesi akuntan, akankah?

Akuntan adalah seorang manusia yang tidak terlepas dari segala keterbatasan. Akan tetapi, manusia adalah sosok ciptaan Tuhan yang paling mulia dengan talenta yang tidak akan pernah tergantikan oleh sebuah kecerdasan buatan walaupun diselimuti oleh segala keterbatasannya. Talenta merupakan esensi misteri yang memberikan kemampuan bagi seorang manusia untuk menggunakan akal pikirannya melalui hikmat dalam menghasilkan data dan informasi, mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan segala konsekuensi atas data dan informasi, serta keputusan yang dihasilkan. Perkembangan organisasi bisnis yang semakin kompleks pada umumnya masih sangat membutuhkan peran kecerdasan manusia yang bersinergi dengan kecerdasan buatan. Profesionalisme seorang akuntan masih sangat krusial guna merespon dan mengkaji semua kebijakan organisasi bisnis serta konsekuensinya dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dari para pemangku kepentingan (misalnya pemerintah, pemegang saham, pihak manajemen, dan publik). Justifikasi profesional seorang akuntan sebagai seorang manusia sangat menentukan dampak informasi keuangan yang dihasilkan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Akankah profesi akuntan menjadi usang oleh perkembangan teknologi? Hasil akhir berada di tangan para akuntan itu sendiri.

 

Prospek pendidikan akuntansi

Pengembangan pendidikan akuntansi memerlukan kolaborasi berbagai pihak termasuk para akuntan dengan bidangnya masing-masing. Perguruan tinggi negeri dan swasta perlu menyesuaikan kurikulumnya ke arah kompetensi yang dibutuhkan saat ini oleh sektor publik (termasuk di dalamnya sektor pemerintah) dan sektor komersil. Selain itu, pelatihan dan pendidikan berkelanjutan dari berbagai asosiasi profesi perlu dikembangkan guna menjaga dan mempertahankan profesionalisme dari para akuntan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dari para akuntan pendidik yang merupakan titik awal dalam menghasilkan para akuntan muda yang memiliki daya saing dalam pasar tenaga kerja.

 

Referensi

Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2013). Accounting Information Systems, 11th Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Collinson, S., Narula, R., & Rugman, A. M. (2020). International Business, 8th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Ebert, R. J., & Griffin, R. W. (2017). Business Essentials, 11th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: The Free Press.

Romney, M. B., Steinbart, P. J., Summers, S. L, & Wood, D. A. (2021). Accounting Information Systems, 15th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Russell, S., & Norvig, P. (2010). Artificial Intelligence: A Modern Approach, 3rd Edition. New Jersey: Pearson Education Inc.

Scott, W. R. (2015). Financial Accounting Theory, 7th Edition. Ontario: Pearson Canada Inc.

Warren, C. S., Reeve, J. M., & Duchac, J. E. (2018). Accounting, 27th Edition. Boston: Cengage Learning.

Weygandt, J. J., Kimmel, P. D., & Kieso, D. E. (2018). Accounting Principles, 13th Edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Wood Jr., T. (2010). Hybrid Organizations. Revista de Administração de Empresas, 50(2), 241-247. https://doi.org/10.1590/S0034-75902010000200008

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

No comments:

Post a Comment

Analisis varians

Penjelasan analisis varians atau analysis of variance (ANOVA) secara ringkas dapat mengguna...